Selasa, 25 November 2025

Tugas Kelompok Presentasi IP

  









Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic

 

Teknologi fiber optic merupakan inti dari sistem komunikasi modern yang mampu mengirimkan data dengan kecepatan sangat tinggi menggunakan gelombang cahaya. Berbeda dengan kabel tembaga yang mengandalkan arus listrik, fiber optic bekerja dengan cara mengubah data digital menjadi pulsa cahaya yang kemudian dipandu melalui serat kaca yang sangat tipis. Proses ini memungkinkan data dikirimkan dalam jumlah besar, jarak jauh, serta dengan gangguan yang sangat minimal. Untuk memahami teknologi ini, kita perlu mengetahui bagaimana cahaya dapat bergerak di dalam serat optik dan bagaimana perangkat pendukung bekerja membentuk sistem komunikasi yang lengkap.


1. Prinsip Dasar: Pemantulan Total Internal (Total Internal Reflection)

Inti dari cara kerja fiber optic adalah fenomena fisika yang disebut pemantulan total internal.

Serat optik terbagi menjadi dua bagian utama:

  • Core: bagian inti tempat cahaya merambat

  • Cladding: lapisan luar yang memiliki indeks bias lebih rendah

Ketika cahaya masuk ke core dengan sudut tertentu, cahaya tersebut dipantulkan kembali secara penuh oleh cladding. Akibatnya, cahaya tidak keluar dari serat optik dan terus memantul sepanjang kabel hingga mencapai ujung lainnya. Inilah prinsip yang membuat data tetap bisa dikirimkan meskipun menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilometer.


2. Proses Transmisi Data Melalui Cahaya

Proses pengiriman data melalui fiber optic dapat digambarkan dalam beberapa langkah:

a. Konversi Data ke Cahaya

Perangkat seperti laser atau LED akan mengubah data digital menjadi pulsa cahaya.

b. Perjalanan Cahaya di Dalam Core

Pulsa cahaya bergerak cepat—mencapai 70% kecepatan cahaya di udara—dan dipandu oleh cladding sehingga tidak keluar dari jalur.

c. Penguatan Sinyal (Jika Perlu)

Untuk jarak sangat jauh, digunakan optical amplifier untuk memperkuat cahaya tanpa mengubahnya menjadi sinyal listrik.

d. Konversi Cahaya Kembali menjadi Data

Pada ujung penerima, perangkat seperti photodetector akan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang dapat dipahami perangkat komputer atau jaringan.


3. Teknologi Pendukung dalam Sistem Fiber Optic

Untuk menjalankan sistem fiber optic, digunakan berbagai perangkat pendukung seperti:

  • OLT (Optical Line Terminal)
    Berfungsi sebagai pusat pengendali jaringan fiber, biasanya berada di kantor ISP.

  • ONT/ONU (Optical Network Terminal/Unit)
    Perangkat di rumah atau kantor pengguna yang mengubah sinyal optik menjadi internet.

  • ODC/ODP (Optical Distribution Cabinet/Point)
    Titik distribusi yang mengarahkan serat-serat optik ke pelanggan.

  • Splitter
    Memecah satu sinyal optik menjadi beberapa jalur tanpa mengurangi kualitas secara signifikan.

  • Patch Panel & Patch Cord
    Mengatur dan menghubungkan serat optik di dalam rak server atau jaringan gedung.

Teknologi pendukung ini bekerja bersama-sama membentuk sistem komunikasi optik yang stabil dan efisien.


4. Keunggulan Teknologi Fiber Optic

Teknologi ini menjadi standar global karena memiliki banyak kelebihan:

  • Kecepatan sangat tinggi hingga ratusan gigabit per detik.

  • Jangkauan jauh tanpa penurunan kualitas berarti.

  • Minim interferensi karena cahaya tidak terpengaruh gangguan elektromagnetik.

  • Lebih aman, sulit disadap tanpa memutus kabel.

  • Mendukung bandwidth besar, cocok untuk future upgrade.


Kesimpulan

Prinsip kerja fiber optic yang mengandalkan pemantulan total internal memungkinkan cahaya membawa data dengan cepat, stabil, dan efisien. Dengan dukungan perangkat seperti OLT, splitter, dan ONT, teknologi ini menjadi fondasi utama internet modern. Kecepatan tinggi, jangkauan luas, dan ketahanan terhadap gangguan menjadikan fiber optic sebagai teknologi komunikasi masa kini dan masa depan.

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan

 https://i0.wp.com/dc.mynetworkinsights.com/wp-content/uploads/2019/10/Fiber-Optic-Connectors.png?fit=557%2C707&ssl=1

Memilih kabel fiber optic yang tepat sangat penting untuk memastikan jaringan bekerja secara maksimal, stabil, dan sesuai dengan kebutuhan instalasi. Setiap jenis kabel fiber optic memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari kecepatan transmisi, jarak jangkau, ketahanan fisik, hingga tipe konektor yang digunakan. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor utama dalam pemilihan kabel menjadi langkah awal untuk membangun jaringan yang efisien dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.


1. Menentukan Jarak & Kecepatan Transmisi

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kebutuhan jarak dan kecepatan jaringan.

a. Single-Mode Fiber (SMF)

  • Memiliki inti sangat kecil (8–10 Ξm).

  • Cocok untuk jarak sangat jauh (puluhan hingga ratusan kilometer).

  • Digunakan pada backbone, ISP, dan jaringan antar gedung.

  • Kecepatan tinggi dan stabil.

b. Multi-Mode Fiber (MMF)

  • Inti lebih besar (50–62.5 Ξm).

  • Cocok untuk jarak pendek (maksimal 2 km).

  • Ideal untuk jaringan lokal seperti kantor, sekolah, atau kampus.

  • Harga perangkat lebih ekonomis.

Kesimpulan:
SMF = jarak jauh.
MMF = jarak dekat + biaya lebih hemat.


2. Menyesuaikan dengan Lingkungan Instalasi

Lingkungan pemasangan berpengaruh pada tipe kabel yang harus dipilih:

a. Indoor Cable

  • Dirancang untuk instalasi di dalam ruangan.

  • Lebih fleksibel dan ringan.

  • Cocok untuk jaringan gedung atau ruangan server.

b. Outdoor Cable

  • Tahan cuaca, air, dan suhu ekstrem.

  • Digunakan di luar gedung, area terbuka, tiang, atau ditanam dalam tanah.

c. Armored Cable (Berlapis Baja)

  • Memiliki lapisan pelindung logam.

  • Cocok untuk area berisiko tinggi seperti proyek industri atau bawah tanah.


3. Menentukan Jumlah Core (Serat)

Jumlah core memengaruhi kapasitas jaringan dan fleksibilitas untuk pengembangan.

  • Simplex (1 core): komunikasi satu arah.

  • Duplex (2 core): komunikasi dua arah, paling umum di instalasi LAN.

  • Multi-core (4, 8, 12, 24, dst.): digunakan untuk backbone atau jaringan berskala besar.

Semakin banyak core, semakin mudah jaringan dikembangkan di masa depan.


4. Menyesuaikan Jenis Konektor

Beberapa jenis konektor yang umum digunakan:

  • SC: konektor kotak, umum pada perangkat OLT/ONT.

  • LC: lebih kecil, banyak digunakan di data center.

  • ST: tipe putar, lebih lama namun masih digunakan di beberapa instalasi.

  • MPO/MTP: untuk koneksi multi-core berkapasitas tinggi.

Pastikan jenis konektor sesuai dengan perangkat jaringan yang digunakan.


5. Menyesuaikan dengan Anggaran

Memilih kabel tidak boleh hanya berdasarkan harga murah.
Pertimbangan jangka panjang:

  • SMF lebih mahal tetapi mendukung upgrade masa depan.

  • MMF murah namun tidak cocok untuk jarak jauh.

  • Armored cable lebih mahal tetapi sangat tahan terhadap kerusakan fisik.

Investasi kabel yang tepat akan mengurangi biaya perbaikan di masa mendatang.


Kesimpulan

Memilih kabel fiber optic harus mempertimbangkan jarak transmisi, lingkungan pemasangan, jumlah core, jenis konektor, dan anggaran. Keputusan yang tepat akan menghasilkan jaringan yang kuat, stabil, dan siap mendukung kebutuhan digital yang terus berkembang. Dengan memahami kebutuhan instalasi secara menyeluruh, kita dapat menentukan jenis kabel fiber optic yang paling sesuai dan efisien.

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic.

 https://cdn-cihac.nitrocdn.com/JJlroJzoepJCDBAKKhtGvdgkSMreCnNT/assets/images/optimized/rev-3058d8a/www.honecable.com/wp-content/uploads/2023/09/fiber-connector-types-.jpg

Kabel fiber optic memiliki berbagai jenis yang dirancang untuk kebutuhan instalasi yang berbeda, baik di dalam ruangan, luar ruangan, hingga jarak jauh. Meski seluruhnya berfungsi menyalurkan data melalui cahaya, setiap jenis kabel memiliki karakteristik tertentu seperti kapasitas, jangkauan, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan. Dengan memahami perbedaannya, kita dapat memilih kabel yang paling efisien dan sesuai dengan kebutuhan jaringan.

Secara umum, pengelompokan kabel fiber optic dibagi menjadi dua kategori besar: berdasarkan jenis seratnya (mode) dan berdasarkan desain fisik kabelnya. Pembagian ini penting karena memengaruhi kecepatan transmisi, jarak yang dapat ditempuh cahaya, serta bagaimana kabel dipasang di lapangan.


1. Berdasarkan Jenis Serat (Mode)

a. Single-Mode Fiber (SMF)

Single-mode adalah jenis serat optik dengan inti (core) sangat kecil, sekitar 8–10 mikrometer, sehingga hanya satu jalur cahaya yang dapat merambat di dalamnya.
Ciri-cirinya:

  • Jangkauan sangat jauh (hingga puluhan hingga ratusan kilometer).

  • Digunakan untuk jaringan backbone, antar kota, atau provider internet.

  • Kecepatan sangat tinggi dan minim distorsi.

SMF cocok untuk transmisi jarak jauh dan aplikasi berskala besar seperti ISP, data center, dan jaringan metro.

b. Multi-Mode Fiber (MMF)

Multi-mode memiliki inti yang lebih besar, biasanya 50–62.5 mikrometer, sehingga memungkinkan banyak jalur cahaya merambat sekaligus.
Ciri-cirinya:

  • Jarak lebih pendek (biasanya maksimal 2 km).

  • Biaya perangkat lebih murah.

  • Sering digunakan di gedung, kampus, atau instalasi indoor.

MMF ideal untuk jaringan lokal (LAN) atau instalasi jarak pendek yang tetap membutuhkan kecepatan tinggi.


2. Berdasarkan Struktur & Konstruksi Kabel

a. Indoor Cable

Jenis ini dirancang untuk instalasi dalam ruangan, sehingga lebih fleksibel, ringan, dan mudah ditarik.
Ciri-ciri:

  • Lapisan pelindung lebih tipis.

  • Tidak tahan air/tanah.

  • Cocok untuk jaringan di gedung, kantor, sekolah.

b. Outdoor Cable

Dirancang untuk penggunaan luar ruangan, terutama di lingkungan yang keras.
Ciri-ciri:

  • Anti air, kelembapan, dan suhu ekstrem.

  • Tersedia tipe duct, direct-buried, atau aerial (ditarik di tiang).

  • Tahan terhadap sinar UV dan kerusakan mekanik.

c. Armored Cable (Kabel Berlapis Baja)

Kabel ini memiliki lapisan pelindung besi atau baja, membuatnya sangat tahan terhadap gigitan hewan, tekanan tanah, dan kerusakan fisik lainnya.
Digunakan pada:

  • Instalasi bawah tanah

  • Area dengan risiko tinggi

  • Lokasi industri

d. Drop Cable

Drop cable adalah kabel kecil yang digunakan pada sambungan terakhir ke rumah atau kantor (last-mile).
Ciri-ciri:

  • Sangat fleksibel

  • Umumnya berbentuk figure-8

  • Digunakan pada jaringan FTTH (Fiber to the Home)


3. Berdasarkan Jumlah Serat

  • Simplex: 1 core (transmisi satu arah)

  • Duplex: 2 core (transmisi dua arah)

  • Multi-core: Memiliki banyak serat dalam satu kabel, dipakai untuk backbone besar


Kesimpulan

Jenis kabel fiber optic sangat beragam dan masing-masing dibuat untuk kebutuhan tertentu. Single-mode ideal untuk jarak jauh dan kecepatan tinggi, sedangkan multi-mode lebih cocok untuk jaringan lokal. Sementara berdasarkan konstruksinya, ada kabel indoor, outdoor, armored, hingga drop cable yang digunakan untuk sambungan fiber ke rumah. Memahami perbedaan ini membantu kita memilih kabel yang tepat dan memastikan jaringan berfungsi optimal.

Memahami jaringan fiber optic.

Jaringan fiber optic adalah sebuah teknologi komunikasi yang memanfaatkan serat kaca atau plastik yang sangat halus—bahkan lebih tipis dari sehelai rambut manusia—untuk mentransmisikan data menggunakan gelombang cahaya. Berbeda dari kabel tembaga tradisional yang mengirimkan data melalui sinyal listrik, fiber optic bekerja dengan mengubah data digital menjadi pulsa cahaya yang dipancarkan oleh sumber cahaya seperti laser atau LED. Pulsa cahaya ini merambat melalui inti (core) kabel optik dan dipandu oleh lapisan selubung (cladding) menggunakan prinsip total internal reflection atau pemantulan total internal. Dengan cara ini, cahaya dapat bergerak sangat cepat dan stabil tanpa banyak kehilangan sinyal.

Fiber optic menjadi pilihan utama dalam jaringan komunikasi modern karena memiliki kapasitas bandwidth yang sangat besar, kualitas koneksi yang lebih stabil, dan kemampuan transmisi jarak jauh yang lebih unggul dibandingkan teknologi sebelumnya. Internet rumahan berkecepatan tinggi, jaringan operator seluler, data center, hingga infrastruktur antarnegara memanfaatkan teknologi fiber optic sebagai tulang punggung untuk memastikan transfer data berjalan tanpa hambatan. Teknologi ini juga mendukung pertumbuhan layanan digital seperti streaming video, cloud computing, gaming online, serta komunikasi real-time yang membutuhkan koneksi cepat dan latensi rendah.

Secara sederhana, fiber optic terdiri dari tiga bagian utama:

  1. Core, yaitu bagian tengah yang menjadi jalur utama perambatan cahaya.

  2. Cladding, lapisan yang mengelilingi core dan berfungsi memantulkan cahaya agar tetap berada di dalam jalur.

  3. Coating, lapisan pelindung yang menjaga serat optik dari kerusakan fisik dan lingkungan.

Proses transmisi pada fiber optic tetap efisien meskipun sinyal cahaya melintasi jarak yang sangat jauh. Hal ini membuatnya sangat cocok digunakan pada jaringan backbone (tulang punggung internet) antar kota atau antar negara. Selain itu, karena cahaya tidak menimbulkan interferensi listrik, fiber optic sangat aman dari gangguan elektromagnetik dan mampu memberikan kualitas sinyal yang konsisten, bahkan dalam kondisi lingkungan yang kompleks.

Keunggulan Jaringan Fiber Optic

  • Kecepatan sangat tinggi — Fiber optic dapat mentransmisikan data hingga ratusan Gbps bahkan berpotensi mencapai Tbps.

  • Bandwidth besar — Mendukung banyak pengguna dan layanan yang membutuhkan kapasitas tinggi secara bersamaan.

  • Jarak transmisi lebih jauh — Mampu mengirim data puluhan hingga ratusan kilometer tanpa perlu penguat sinyal.

  • Minim interferensi — Tidak terganggu gelombang elektromagnetik, cuaca, atau noise listrik.

  • Lebih aman — Sinyal cahaya di dalam serat optik sulit disadap sehingga meningkatkan keamanan data.

  • Ukuran kecil & fleksibel — Seratnya sangat tipis namun kuat, sehingga mudah dipasang dalam berbagai kondisi.

Peran Fiber Optic dalam Kehidupan Modern

Teknologi ini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam berbagai sektor, seperti:

  • Internet rumah dan perkantoran, memberikan koneksi cepat untuk streaming, video conference, dan aktivitas online lainnya.

  • Telekomunikasi, sebagai jaringan backbone yang menghubungkan tower seluler dan pusat data.

  • Industri penyiaran, untuk distribusi sinyal televisi dan audio berkualitas tinggi.

  • Sistem keamanan, termasuk CCTV berkualitas tinggi.

  • Teknologi medis, seperti alat endoskopi dan komunikasi rumah sakit.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, memahami jaringan fiber optic berarti memahami bagaimana teknologi cahaya dapat menggantikan listrik sebagai medium utama komunikasi digital. Dengan kecepatan tinggi, stabilitas yang kuat, keamanan lebih baik, dan kemampuan transmisi jarak jauh, fiber optic telah menjadi fondasi utama perkembangan teknologi informasi masa kini. Seiring meningkatnya kebutuhan koneksi internet cepat dan andal, penggunaan jaringan fiber optic akan terus berkembang dan menjadi standar di masa depan.

Selasa, 18 November 2025

Alur Perhitungan & Diagram Visual (192.168.10.0/25)

VLSM — Alur Perhitungan & Diagram Visual (192.168.10.0/25)
VLSM diagram

VLSM — Alur Perhitungan & Diagram Visual (192.168.10.0/25)

Diposting: November 19, 2025 • Kategori: Jaringan Komputer • Label: VLSM, CIDR, Subnetting

Panduan ringkas & praktis: alokasi subnet dengan VLSM dari network 192.168.10.0/25 untuk empat subnet dengan kebutuhan host berbeda.

Ringkasan Kasus

Network sumber: 192.168.10.0/25 — rentang alamat 192.168.10.0 sampai 192.168.10.127 (128 alamat total).
Kebutuhan host:
  • Subnet A = 60 host
  • Subnet B = 24 host
  • Subnet C = 12 host
  • Subnet D = 5 host

Prinsip Singkat VLSM

  1. Hitung kebutuhan alamat = host_needed + 2 (network + broadcast)
  2. Cari 2^n ≥ kebutuhan → n = jumlah bit host → prefix = 32 - n
  3. Alokasikan blok terbesar terlebih dahulu (urutan: terbesar → terkecil)
  4. Gunakan blok selanjutnya yang bebas (hindari overlap)
Tip: selalu dokumentasikan network, prefix, usable range, broadcast, dan gateway untuk tiap subnet.

Perhitungan & Alokasi (Step-by-step)

Subnet A — 60 host

Langkah: 60 + 2 = 62 → pangkat dua terdekat = 64 → host bits = 6 → prefix = /26 → blok 64 alamat

  • Network: 192.168.10.0/26
  • Usable: 192.168.10.1 — 192.168.10.62
  • Broadcast: 192.168.10.63
  • Jumlah usable: 62

Subnet B — 24 host

24 + 2 = 26 → 32 → host bits = 5 → /27 → blok 32 alamat

  • Network: 192.168.10.64/27
  • Usable: 192.168.10.65 — 192.168.10.94
  • Broadcast: 192.168.10.95
  • Jumlah usable: 30

Subnet C — 12 host

12 + 2 = 14 → 16 → host bits = 4 → /28 → blok 16 alamat

  • Network: 192.168.10.96/28
  • Usable: 192.168.10.97 — 192.168.10.110
  • Broadcast: 192.168.10.111
  • Jumlah usable: 14

Subnet D — 5 host

5 + 2 = 7 → 8 → host bits = 3 → /29 → blok 8 alamat

  • Network: 192.168.10.112/29
  • Usable: 192.168.10.113 — 192.168.10.118
  • Broadcast: 192.168.10.119
  • Jumlah usable: 6
Sisa alamat: 192.168.10.120 — 192.168.10.127 (8 alamat) — bisa disimpan sebagai cadangan.

Tabel Ringkasan Alokasi

SubnetPrefixNetworkUsableBroadcastTotal AddrUsable
A/26192.168.10.0192.168.10.1 - 192.168.10.62192.168.10.636462
B/27192.168.10.64192.168.10.65 - 192.168.10.94192.168.10.953230
C/28192.168.10.96192.168.10.97 - 192.168.10.110192.168.10.1111614
D/29192.168.10.112192.168.10.113 - 192.168.10.118192.168.10.11986

Diagram Visual — Alur Alokasi

A: 192.168.10.0/26 (0 - 63) Usable: .1 - .62 B: 192.168.10.64/27 (64 - 95) Usable: .65 - .94 C: 192.168.10.96/28 (96 - 111) Usable: .97 - .110 D: 192.168.10.112/29 (112 - 119) Usable: .113 - .118 Sisa: .120 - .127

Diagram di atas menunjukkan alokasi berurutan: alokasikan blok terbesar dahulu lalu lanjut ke blok lebih kecil dari sisa alamat.

Checklist Sebelum Deploy

  • Pastikan gateway ditetapkan (mis: biasanya .1 dari tiap subnet atau alamat yang Anda pilih)
  • Setup DHCP pool sesuai usable range
  • Dokumentasikan semua alokasi dan simpan cadangan untuk pertumbuhan
  • Pastikan router/routerOS mendukung CIDR (VLSM membutuhkan support classless routing)

Selasa, 11 November 2025

IP Addres 192.168.1.0/29 - Subnet ke- 02

ðŸ’Ą Subnetting IPv4 – Adilla Nazhril Ahmad (Absen 2)


📘 Informasi Dasar

Alamat Jaringan: 192.168.1.0/29
Subnet Mask: 255.255.255.248
Bentuk Biner: 11111111.11111111.11111111.11111000

ðŸ§Ū 1. Jumlah Subnet

Rumus: 2^x = 2^5 = 32
Jadi, terdapat 32 subnet yang dapat dibentuk.

ðŸ’ŧ 2. Jumlah Host per Subnet

Rumus: 2^y - 2 = 2^3 - 2 = 6
Maka, setiap subnet memiliki 6 host yang dapat digunakan.

📊 3. Nilai Blok Subnet

Rumus: 256 - 248 = 8
Artinya, setiap subnet bertambah 8 pada oktet terakhir.

🌍 4. Daftar Subnet

Subnet bertambah kelipatan 8, yaitu:
0, 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, 88, 96, 104, 112, 120, 128, 136, 144, 152, 160, 168, 176, 184, 192, 200, 208, 216, 224, 232, 240, 248

Karena absen Adilla = 2, maka digunakan subnet ke-2 yaitu: 192.168.1.8/29

🧭 5. Hasil Akhir

Keterangan Alamat
Subnet 192.168.1.8
Host Pertama 192.168.1.9
Host Terakhir 192.168.1.16
Broadcast 192.168.1.17

ðŸ§Đ Kesimpulan

Dengan subnet mask 255.255.255.248 (/29), jaringan 192.168.1.0 terbagi menjadi 32 subnet. Setiap subnet memiliki 6 host yang bisa digunakan. Untuk absen 2 (Adilla Nazhril Ahmad), subnet yang digunakan adalah 192.168.1.8/29 dengan rentang host dari 192.168.1.9 hingga 192.168.1.16, dan alamat broadcast 192.168.1.17.

ðŸ’ŧ "Subnetting membuat jaringan lebih efisien dan terstruktur." 🌐

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ring...