Selasa, 20 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik



Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.


Sabtu, 17 Januari 2026

PIC project akhir

 

Website Informasi & Layanan Masyarakat Sekitar

Website berbasis lingkungan (desa/kelurahan) untuk membantu warga mendapatkan informasi & layanan dasar.

Nama contoh:

  • SI-MAS (Sistem Informasi Masyarakat)

  • WargaCare

  • InfoDesa

  • PeduliWarga


🎯 Tujuan Website

  • Membantu warga sekitar mendapatkan informasi penting

  • Menjadi pusat informasi lokal

  • Menunjukkan kemampuan fullstack Laravel (CRUD, auth, role, dll)


👥 Target Pengguna

  • Warga sekitar

  • Admin (perangkat sekolah/desa – simulasi)

  • Pelaku UMKM lokal


🧩 Fitur Utama (WAJIB untuk Tugas Akhir)

1️⃣ Informasi Umum

  • Berita lingkungan

  • Pengumuman (jadwal kerja bakti, rapat warga, dll)

  • Artikel edukasi singkat

➡️ CRUD: admin tambah/edit/hapus berita


2️⃣ Data UMKM Lokal

  • Daftar usaha warga

  • Detail UMKM (nama, alamat, kontak, produk)

  • Kategori UMKM

➡️ CRUD + relasi tabel


3️⃣ Lowongan / Jasa Warga

  • Lowongan kerja harian

  • Jasa (tukang, les, laundry, dll)

➡️ Form input + validasi Laravel


4️⃣ Laporan Warga

  • Laporan masalah (jalan rusak, sampah, lampu mati)

  • Upload foto

  • Status laporan (pending / proses / selesai)

➡️ File upload + enum status


5️⃣ Login & Role

  • Login warga

  • Login admin

  • Role: admin & user

➡️ Auth Laravel + middleware


🧱 Struktur Menu Website

User:

  • Beranda

  • Informasi

  • UMKM

  • Lowongan/Jasa

  • Laporan

  • Login

Admin:

  • Dashboard

  • Kelola Informasi

  • Kelola UMKM

  • Kelola Lowongan

  • Kelola Laporan

  • Kelola User


🛠️ Teknologi (Cocok untuk Penilaian)

  • Laravel 10/11

  • Blade Template

  • MySQL

  • Bootstrap / Tailwind

  • Laravel Auth

  • SweetAlert (opsional)

Rabu, 14 Januari 2026

TERMINASI KONEKTOR FO

 

Pengertian FO (Fiber Optic) dan Cara Kerjanya

Fiber Optic (FO) atau serat optik adalah teknologi penghantar data menggunakan serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Serat ini mentransmisikan sinyal cahaya dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga mampu mengirim data jarak jauh tanpa gangguan. Fiber optic kini menjadi tulang punggung jaringan internet modern karena stabil, cepat, dan memiliki bandwidth besar.


Bagaimana Cara Kerja Fiber Optic?

Fiber optic bekerja dengan memancarkan cahaya dari satu titik ke titik lainnya melalui serat transparan. Cahaya tersebut dipantulkan berkali-kali di sepanjang inti serat optik menggunakan prinsip total internal reflection.

Secara sederhana, prosesnya adalah:

  1. Sumber cahaya (biasanya laser atau LED) memancarkan sinyal.

  2. Cahaya bergerak melalui inti serat yang dilapisi cladding.

  3. Sinyal cahaya dipantulkan sepanjang kabel hingga mencapai penerima.

  4. Penerima mengubah sinyal cahaya kembali menjadi data digital.

Karena cahaya bergerak sangat cepat, kecepatan transfer datanya pun jauh lebih tinggi dibandingkan kabel tembaga konvensional.


Jenis-Jenis Fiber Optic

Ada dua jenis utama fiber optic yang banyak digunakan:

1. Single Mode Fiber (SMF)

  • Inti serat lebih kecil (sekitar 9 mikron)

  • Menggunakan cahaya laser

  • Jarak transmisi sangat jauh

  • Cocok untuk jaringan backbone dan infrastruktur besar

2. Multi Mode Fiber (MMF)

  • Inti serat lebih besar (50–62.5 mikron)

  • Menggunakan LED sebagai sumber cahaya

  • Jarak lebih pendek dibanding SMF

  • Cocok untuk jaringan lokal (LAN) dan gedung


Kelebihan Fiber Optic

Teknologi serat optik memiliki banyak keunggulan, antara lain:

Kecepatan Tinggi

Dapat mencapai ratusan Mbps hingga Gbps, bahkan 10 Gbps untuk kebutuhan industri.

Stabil dan Minim Gangguan

Tidak terpengaruh cuaca, tidak mudah bocor sinyal, dan bebas interferensi listrik.

Jarak Transmisi Lebih Jauh

Dapat mengirim data hingga puluhan bahkan ratusan kilometer tanpa repeater.

Keamanan Lebih Baik

Sinyal sulit disadap sehingga lebih aman untuk transmisi data sensitif.

Ukuran Kecil dan Ringan

Mudah dipasang di berbagai kondisi dan tidak memerlukan pipa besar.


Kekurangan Fiber Optic

Meski sangat unggul, fiber optic tetap memiliki beberapa kekurangan:

  • Biaya instalasi lebih mahal dibanding kabel tembaga.

  • Proses pemasangan harus sangat hati-hati, karena serat kaca mudah patah.

  • Pemeliharaan membutuhkan teknisi khusus yang terlatih.

  • Peralatan pendukung (OTDR, splicer) harganya relatif tinggi.


Aplikasi dan Penggunaan Fiber Optic

Fiber optic digunakan di berbagai sektor, seperti:

🔹 Internet Broadband

FO menjadi infrastruktur utama ISP untuk menyediakan jaringan cepat dan stabil.

🔹 Telekomunikasi

Digunakan untuk backbone operator seluler dan jaringan antar kota.

🔹 Sistem CCTV dan Keamanan

Memungkinkan pengiriman video berkualitas tinggi tanpa delay.

🔹 Jaringan Perkantoran

Menghubungkan gedung dan jaringan LAN jarak jauh.

🔹 Industri dan Militer

Untuk transmisi data sensitif yang aman dan anti-interferensi.


Cara Membuatnya

  1.  Siapkan alat dan bahan 

    • Tang Potong Besar
    • Tang potong kecil
    • Tang pengupas Cladding(Optical Power Meter)
    • Tisu
    • Alkohol
    • Kabel FO
    • Light Source
    • (Optical Power Meter
  2.  Potong Kabel sesuai kebutuhan  

  3.  Pisahkan kabel yang awalnya menempel (bagian kawat sebagai penguat) 

  4.  Kupas kabel FO bagian Outer Jacket / Sheath (Jaket Luar) dengan panjang 4 CM

  5.  Lalu kupas bagian Cladding (Sisakan sedikit di bagian bawah atau pangkalnya

  6.  Setelah itu Bersihkan dengan Alkohol bekas Claddingnya

  7.  Jangan lupa Potong ujung kabelnya dengan kira kira seperti diFoto


  8.  Siapkan 2 Fastcon

  9.  Masukkan Kabel yang sudah dikupas Kedalan Fastcon dengan langkah seperti di gambar

  10.  Test menggunakan Light Source untuk mengecek apakah kabel sudah bisa dipakai apa belum
    Jika cahaya dari laser sudah terlihat diujungnya berarti sudah berhasil

  11.  Setelah itu cek tegangan kabel menggunakan OPM (Optical Power Meter) disalah satu ujung   kabel Light Source di ujung satunya juga minimal harus -40 dBm
    Nah disini saya mendapatkan -33,70 dBm, artinya kabel ini sudah layak pakai.

Kesimpulan

Fiber optic adalah teknologi transmisi data berbasis cahaya yang menawarkan kecepatan tinggi, stabilitas, dan keamanan lebih baik dibanding kabel konvensional. Dengan perkembangan teknologi digital, penggunaan FO semakin meluas dan menjadi kebutuhan utama untuk jaringan modern.

Selasa, 25 November 2025

Tugas Kelompok Presentasi IP

  









Memahami Prinsip Kerja dan Teknologi Fiber Optic

 

Teknologi fiber optic merupakan inti dari sistem komunikasi modern yang mampu mengirimkan data dengan kecepatan sangat tinggi menggunakan gelombang cahaya. Berbeda dengan kabel tembaga yang mengandalkan arus listrik, fiber optic bekerja dengan cara mengubah data digital menjadi pulsa cahaya yang kemudian dipandu melalui serat kaca yang sangat tipis. Proses ini memungkinkan data dikirimkan dalam jumlah besar, jarak jauh, serta dengan gangguan yang sangat minimal. Untuk memahami teknologi ini, kita perlu mengetahui bagaimana cahaya dapat bergerak di dalam serat optik dan bagaimana perangkat pendukung bekerja membentuk sistem komunikasi yang lengkap.


1. Prinsip Dasar: Pemantulan Total Internal (Total Internal Reflection)

Inti dari cara kerja fiber optic adalah fenomena fisika yang disebut pemantulan total internal.

Serat optik terbagi menjadi dua bagian utama:

  • Core: bagian inti tempat cahaya merambat

  • Cladding: lapisan luar yang memiliki indeks bias lebih rendah

Ketika cahaya masuk ke core dengan sudut tertentu, cahaya tersebut dipantulkan kembali secara penuh oleh cladding. Akibatnya, cahaya tidak keluar dari serat optik dan terus memantul sepanjang kabel hingga mencapai ujung lainnya. Inilah prinsip yang membuat data tetap bisa dikirimkan meskipun menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilometer.


2. Proses Transmisi Data Melalui Cahaya

Proses pengiriman data melalui fiber optic dapat digambarkan dalam beberapa langkah:

a. Konversi Data ke Cahaya

Perangkat seperti laser atau LED akan mengubah data digital menjadi pulsa cahaya.

b. Perjalanan Cahaya di Dalam Core

Pulsa cahaya bergerak cepat—mencapai 70% kecepatan cahaya di udara—dan dipandu oleh cladding sehingga tidak keluar dari jalur.

c. Penguatan Sinyal (Jika Perlu)

Untuk jarak sangat jauh, digunakan optical amplifier untuk memperkuat cahaya tanpa mengubahnya menjadi sinyal listrik.

d. Konversi Cahaya Kembali menjadi Data

Pada ujung penerima, perangkat seperti photodetector akan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang dapat dipahami perangkat komputer atau jaringan.


3. Teknologi Pendukung dalam Sistem Fiber Optic

Untuk menjalankan sistem fiber optic, digunakan berbagai perangkat pendukung seperti:

  • OLT (Optical Line Terminal)
    Berfungsi sebagai pusat pengendali jaringan fiber, biasanya berada di kantor ISP.

  • ONT/ONU (Optical Network Terminal/Unit)
    Perangkat di rumah atau kantor pengguna yang mengubah sinyal optik menjadi internet.

  • ODC/ODP (Optical Distribution Cabinet/Point)
    Titik distribusi yang mengarahkan serat-serat optik ke pelanggan.

  • Splitter
    Memecah satu sinyal optik menjadi beberapa jalur tanpa mengurangi kualitas secara signifikan.

  • Patch Panel & Patch Cord
    Mengatur dan menghubungkan serat optik di dalam rak server atau jaringan gedung.

Teknologi pendukung ini bekerja bersama-sama membentuk sistem komunikasi optik yang stabil dan efisien.


4. Keunggulan Teknologi Fiber Optic

Teknologi ini menjadi standar global karena memiliki banyak kelebihan:

  • Kecepatan sangat tinggi hingga ratusan gigabit per detik.

  • Jangkauan jauh tanpa penurunan kualitas berarti.

  • Minim interferensi karena cahaya tidak terpengaruh gangguan elektromagnetik.

  • Lebih aman, sulit disadap tanpa memutus kabel.

  • Mendukung bandwidth besar, cocok untuk future upgrade.


Kesimpulan

Prinsip kerja fiber optic yang mengandalkan pemantulan total internal memungkinkan cahaya membawa data dengan cepat, stabil, dan efisien. Dengan dukungan perangkat seperti OLT, splitter, dan ONT, teknologi ini menjadi fondasi utama internet modern. Kecepatan tinggi, jangkauan luas, dan ketahanan terhadap gangguan menjadikan fiber optic sebagai teknologi komunikasi masa kini dan masa depan.

Memilih Kabel Fiber Optic Sesuai Kebutuhan

 https://i0.wp.com/dc.mynetworkinsights.com/wp-content/uploads/2019/10/Fiber-Optic-Connectors.png?fit=557%2C707&ssl=1

Memilih kabel fiber optic yang tepat sangat penting untuk memastikan jaringan bekerja secara maksimal, stabil, dan sesuai dengan kebutuhan instalasi. Setiap jenis kabel fiber optic memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari kecepatan transmisi, jarak jangkau, ketahanan fisik, hingga tipe konektor yang digunakan. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor utama dalam pemilihan kabel menjadi langkah awal untuk membangun jaringan yang efisien dan dapat diandalkan dalam jangka panjang.


1. Menentukan Jarak & Kecepatan Transmisi

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah kebutuhan jarak dan kecepatan jaringan.

a. Single-Mode Fiber (SMF)

  • Memiliki inti sangat kecil (8–10 μm).

  • Cocok untuk jarak sangat jauh (puluhan hingga ratusan kilometer).

  • Digunakan pada backbone, ISP, dan jaringan antar gedung.

  • Kecepatan tinggi dan stabil.

b. Multi-Mode Fiber (MMF)

  • Inti lebih besar (50–62.5 μm).

  • Cocok untuk jarak pendek (maksimal 2 km).

  • Ideal untuk jaringan lokal seperti kantor, sekolah, atau kampus.

  • Harga perangkat lebih ekonomis.

Kesimpulan:
SMF = jarak jauh.
MMF = jarak dekat + biaya lebih hemat.


2. Menyesuaikan dengan Lingkungan Instalasi

Lingkungan pemasangan berpengaruh pada tipe kabel yang harus dipilih:

a. Indoor Cable

  • Dirancang untuk instalasi di dalam ruangan.

  • Lebih fleksibel dan ringan.

  • Cocok untuk jaringan gedung atau ruangan server.

b. Outdoor Cable

  • Tahan cuaca, air, dan suhu ekstrem.

  • Digunakan di luar gedung, area terbuka, tiang, atau ditanam dalam tanah.

c. Armored Cable (Berlapis Baja)

  • Memiliki lapisan pelindung logam.

  • Cocok untuk area berisiko tinggi seperti proyek industri atau bawah tanah.


3. Menentukan Jumlah Core (Serat)

Jumlah core memengaruhi kapasitas jaringan dan fleksibilitas untuk pengembangan.

  • Simplex (1 core): komunikasi satu arah.

  • Duplex (2 core): komunikasi dua arah, paling umum di instalasi LAN.

  • Multi-core (4, 8, 12, 24, dst.): digunakan untuk backbone atau jaringan berskala besar.

Semakin banyak core, semakin mudah jaringan dikembangkan di masa depan.


4. Menyesuaikan Jenis Konektor

Beberapa jenis konektor yang umum digunakan:

  • SC: konektor kotak, umum pada perangkat OLT/ONT.

  • LC: lebih kecil, banyak digunakan di data center.

  • ST: tipe putar, lebih lama namun masih digunakan di beberapa instalasi.

  • MPO/MTP: untuk koneksi multi-core berkapasitas tinggi.

Pastikan jenis konektor sesuai dengan perangkat jaringan yang digunakan.


5. Menyesuaikan dengan Anggaran

Memilih kabel tidak boleh hanya berdasarkan harga murah.
Pertimbangan jangka panjang:

  • SMF lebih mahal tetapi mendukung upgrade masa depan.

  • MMF murah namun tidak cocok untuk jarak jauh.

  • Armored cable lebih mahal tetapi sangat tahan terhadap kerusakan fisik.

Investasi kabel yang tepat akan mengurangi biaya perbaikan di masa mendatang.


Kesimpulan

Memilih kabel fiber optic harus mempertimbangkan jarak transmisi, lingkungan pemasangan, jumlah core, jenis konektor, dan anggaran. Keputusan yang tepat akan menghasilkan jaringan yang kuat, stabil, dan siap mendukung kebutuhan digital yang terus berkembang. Dengan memahami kebutuhan instalasi secara menyeluruh, kita dapat menentukan jenis kabel fiber optic yang paling sesuai dan efisien.

Memahami jenis-jenis kabel fiber optic.

 https://cdn-cihac.nitrocdn.com/JJlroJzoepJCDBAKKhtGvdgkSMreCnNT/assets/images/optimized/rev-3058d8a/www.honecable.com/wp-content/uploads/2023/09/fiber-connector-types-.jpg

Kabel fiber optic memiliki berbagai jenis yang dirancang untuk kebutuhan instalasi yang berbeda, baik di dalam ruangan, luar ruangan, hingga jarak jauh. Meski seluruhnya berfungsi menyalurkan data melalui cahaya, setiap jenis kabel memiliki karakteristik tertentu seperti kapasitas, jangkauan, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap kondisi lingkungan. Dengan memahami perbedaannya, kita dapat memilih kabel yang paling efisien dan sesuai dengan kebutuhan jaringan.

Secara umum, pengelompokan kabel fiber optic dibagi menjadi dua kategori besar: berdasarkan jenis seratnya (mode) dan berdasarkan desain fisik kabelnya. Pembagian ini penting karena memengaruhi kecepatan transmisi, jarak yang dapat ditempuh cahaya, serta bagaimana kabel dipasang di lapangan.


1. Berdasarkan Jenis Serat (Mode)

a. Single-Mode Fiber (SMF)

Single-mode adalah jenis serat optik dengan inti (core) sangat kecil, sekitar 8–10 mikrometer, sehingga hanya satu jalur cahaya yang dapat merambat di dalamnya.
Ciri-cirinya:

  • Jangkauan sangat jauh (hingga puluhan hingga ratusan kilometer).

  • Digunakan untuk jaringan backbone, antar kota, atau provider internet.

  • Kecepatan sangat tinggi dan minim distorsi.

SMF cocok untuk transmisi jarak jauh dan aplikasi berskala besar seperti ISP, data center, dan jaringan metro.

b. Multi-Mode Fiber (MMF)

Multi-mode memiliki inti yang lebih besar, biasanya 50–62.5 mikrometer, sehingga memungkinkan banyak jalur cahaya merambat sekaligus.
Ciri-cirinya:

  • Jarak lebih pendek (biasanya maksimal 2 km).

  • Biaya perangkat lebih murah.

  • Sering digunakan di gedung, kampus, atau instalasi indoor.

MMF ideal untuk jaringan lokal (LAN) atau instalasi jarak pendek yang tetap membutuhkan kecepatan tinggi.


2. Berdasarkan Struktur & Konstruksi Kabel

a. Indoor Cable

Jenis ini dirancang untuk instalasi dalam ruangan, sehingga lebih fleksibel, ringan, dan mudah ditarik.
Ciri-ciri:

  • Lapisan pelindung lebih tipis.

  • Tidak tahan air/tanah.

  • Cocok untuk jaringan di gedung, kantor, sekolah.

b. Outdoor Cable

Dirancang untuk penggunaan luar ruangan, terutama di lingkungan yang keras.
Ciri-ciri:

  • Anti air, kelembapan, dan suhu ekstrem.

  • Tersedia tipe duct, direct-buried, atau aerial (ditarik di tiang).

  • Tahan terhadap sinar UV dan kerusakan mekanik.

c. Armored Cable (Kabel Berlapis Baja)

Kabel ini memiliki lapisan pelindung besi atau baja, membuatnya sangat tahan terhadap gigitan hewan, tekanan tanah, dan kerusakan fisik lainnya.
Digunakan pada:

  • Instalasi bawah tanah

  • Area dengan risiko tinggi

  • Lokasi industri

d. Drop Cable

Drop cable adalah kabel kecil yang digunakan pada sambungan terakhir ke rumah atau kantor (last-mile).
Ciri-ciri:

  • Sangat fleksibel

  • Umumnya berbentuk figure-8

  • Digunakan pada jaringan FTTH (Fiber to the Home)


3. Berdasarkan Jumlah Serat

  • Simplex: 1 core (transmisi satu arah)

  • Duplex: 2 core (transmisi dua arah)

  • Multi-core: Memiliki banyak serat dalam satu kabel, dipakai untuk backbone besar


Kesimpulan

Jenis kabel fiber optic sangat beragam dan masing-masing dibuat untuk kebutuhan tertentu. Single-mode ideal untuk jarak jauh dan kecepatan tinggi, sedangkan multi-mode lebih cocok untuk jaringan lokal. Sementara berdasarkan konstruksinya, ada kabel indoor, outdoor, armored, hingga drop cable yang digunakan untuk sambungan fiber ke rumah. Memahami perbedaan ini membantu kita memilih kabel yang tepat dan memastikan jaringan berfungsi optimal.

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ring...