Selasa, 24 Februari 2026

WiFi: Pengertian, Cara Kerja, Standar, Komponen, dan Implementasi Lengkap

Pengertian WiFi



WiFi (Wireless Fidelity) adalah teknologi jaringan nirkabel yang memungkinkan perangkat elektronik terhubung ke jaringan lokal (LAN) dan internet tanpa menggunakan kabel fisik. WiFi memanfaatkan gelombang radio untuk mentransmisikan data antara perangkat klien dan access point atau router wireless.

Dalam implementasinya, WiFi menjadi bagian dari teknologi Wireless Local Area Network (WLAN) yang distandarisasi oleh IEEE melalui keluarga standar 802.11. Teknologi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas mobilitas pengguna tanpa mengorbankan kecepatan dan keandalan koneksi.

Saat ini WiFi digunakan secara luas di berbagai lingkungan, seperti:

  • rumah tinggal

  • kantor dan perusahaan

  • sekolah dan kampus

  • fasilitas publik

  • perangkat Internet of Things (IoT)

Keunggulan utama WiFi adalah kemudahan instalasi, mobilitas tinggi, dan kemampuan mendukung banyak perangkat dalam satu jaringan.


Sejarah Singkat WiFi

Perkembangan WiFi tidak terjadi secara instan. Teknologi ini merupakan hasil evolusi panjang dari komunikasi radio digital.

Tonggak penting perkembangan WiFi:

  • Tahun 1997: standar IEEE 802.11 pertama diperkenalkan

  • Tahun 1999: WiFi Alliance dibentuk untuk sertifikasi interoperabilitas

  • Awal 2000-an: WiFi mulai masuk pasar rumah dan kantor

  • 2010-an: adopsi masif smartphone mendorong pertumbuhan WiFi

  • 2019 ke atas: WiFi 6 dan WiFi 6E meningkatkan efisiensi jaringan padat

  • Era terbaru: WiFi 7 mulai diperkenalkan dengan performa sangat tinggi

Seiring perkembangan tersebut, WiFi mengalami peningkatan signifikan dalam kecepatan, efisiensi spektrum, kapasitas klien, dan keamanan.


Cara Kerja WiFi

WiFi bekerja dengan prinsip komunikasi radio dua arah antara access point (AP) dan perangkat klien. Data digital diubah menjadi sinyal radio, dikirim melalui udara, lalu dikonversi kembali menjadi data di sisi penerima.

Alur Kerja Dasar

  1. Router atau access point terhubung ke jaringan kabel dan internet.

  2. Access point memancarkan sinyal radio dengan nama jaringan (SSID).

  3. Perangkat klien mendeteksi SSID yang tersedia.

  4. Klien melakukan proses autentikasi dan asosiasi.

  5. Setelah terhubung, data ditransmisikan melalui gelombang radio.

  6. Access point meneruskan data ke jaringan kabel atau internet.

WiFi menggunakan berbagai teknik modulasi digital dan mekanisme manajemen media untuk memastikan banyak perangkat dapat berbagi kanal radio secara efisien.


Standar WiFi (IEEE 802.11)

Standar WiFi terus berkembang untuk meningkatkan performa jaringan.

WiFi 4 (802.11n)

WiFi 4 merupakan standar yang memperkenalkan teknologi MIMO (Multiple Input Multiple Output) untuk meningkatkan throughput.

Karakteristik utama:

  • bekerja pada frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz

  • kecepatan teoritis hingga sekitar 600 Mbps

  • peningkatan efisiensi dibanding generasi sebelumnya

Standar ini masih ditemukan pada banyak perangkat lama.


WiFi 5 (802.11ac)

WiFi 5 membawa peningkatan besar pada kecepatan terutama di pita 5 GHz.

Fitur utama:

  • throughput lebih tinggi dibanding WiFi 4

  • mendukung MU-MIMO (downlink)

  • channel bandwidth lebih lebar

  • latency lebih rendah

WiFi 5 masih sangat umum digunakan pada router dan perangkat klien modern.


WiFi 6 (802.11ax)

WiFi 6 dirancang untuk lingkungan dengan kepadatan perangkat tinggi.

Keunggulan:

  • OFDMA untuk efisiensi multi-user

  • MU-MIMO uplink dan downlink

  • Target Wake Time untuk efisiensi daya

  • performa lebih stabil di area padat

  • efisiensi spektrum lebih baik

Standar ini sangat cocok untuk rumah modern, kantor, dan kampus.


WiFi 6E

WiFi 6E adalah pengembangan WiFi 6 yang menambahkan pita frekuensi 6 GHz.

Keuntungan:

  • kanal lebih bersih

  • interferensi lebih rendah

  • latency lebih kecil

  • kapasitas jaringan meningkat

Namun, perangkat klien juga harus mendukung 6 GHz agar bisa memanfaatkannya.


WiFi 7

WiFi 7 merupakan generasi terbaru yang mulai diadopsi.

Fitur unggulan:

  • Multi-Link Operation (MLO)

  • throughput sangat tinggi

  • latency sangat rendah

  • efisiensi spektrum lanjutan

WiFi 7 ditujukan untuk aplikasi masa depan seperti AR/VR, cloud gaming, dan jaringan padat berperforma tinggi.


Frekuensi WiFi

WiFi beroperasi pada beberapa pita frekuensi, masing-masing memiliki karakteristik berbeda.

2.4 GHz

Karakteristik:

  • jangkauan lebih luas

  • penetrasi dinding lebih baik

  • kecepatan relatif lebih rendah

  • rentan interferensi

Frekuensi ini cocok untuk area luas dengan kebutuhan bandwidth sedang.


5 GHz

Karakteristik:

  • kecepatan lebih tinggi

  • interferensi lebih rendah

  • jangkauan lebih pendek

  • lebih sensitif terhadap penghalang

Cocok untuk kebutuhan bandwidth tinggi di area yang tidak terlalu luas.


6 GHz

Karakteristik:

  • spektrum lebih bersih

  • latency sangat rendah

  • throughput tinggi

  • jangkauan paling pendek

Digunakan pada perangkat WiFi 6E dan WiFi 7.


Komponen Utama Jaringan WiFi

Access Point atau Wireless Router

Perangkat yang memancarkan sinyal WiFi dan mengelola koneksi klien. Access point bertugas melakukan autentikasi, enkripsi, dan bridging ke jaringan kabel.


Perangkat Klien

Perangkat pengguna yang terhubung ke WiFi, seperti smartphone, laptop, tablet, dan perangkat IoT. Setiap klien memiliki wireless adapter untuk berkomunikasi dengan access point.


Antena

Antena menentukan pola radiasi sinyal WiFi. Jenis antena mempengaruhi jangkauan, arah pancaran, dan kualitas sinyal.


SSID (Service Set Identifier)

SSID adalah nama jaringan WiFi yang disiarkan oleh access point. SSID digunakan klien untuk mengidentifikasi dan memilih jaringan yang akan dihubungkan.

SSID dapat dikonfigurasi untuk:

  • broadcast terbuka

  • hidden

  • multiple SSID

  • dipisahkan dengan VLAN


Keamanan WiFi

Keamanan merupakan aspek kritis dalam jaringan WiFi karena media transmisinya bersifat terbuka.

Jenis Enkripsi

WEP
Metode lama dan tidak lagi aman.

WPA/WPA2-Personal
Masih banyak digunakan, terutama WPA2.

WPA3
Standar terbaru dengan proteksi lebih kuat terhadap serangan brute force.


Praktik Keamanan yang Direkomendasikan

  • gunakan WPA2 atau WPA3

  • buat password kuat dan unik

  • ganti SSID default

  • nonaktifkan WPS

  • update firmware perangkat

  • pisahkan jaringan tamu

  • gunakan segmentasi VLAN jika perlu


Faktor yang Mempengaruhi Performa WiFi

Kualitas WiFi dipengaruhi banyak faktor teknis.

Faktor utama:

  • jarak antara klien dan access point

  • penghalang fisik (tembok, logam, kaca tebal)

  • interferensi dari jaringan lain

  • jumlah perangkat terhubung

  • channel overlap

  • kualitas hardware

  • penempatan access point

  • kepadatan spektrum radio

Tanpa perencanaan yang baik, performa WiFi dapat menurun drastis.


Tips Optimasi Jaringan WiFi

Untuk mendapatkan performa optimal:

  • tempatkan access point di area tengah

  • hindari sudut ruangan tertutup

  • gunakan site survey untuk area besar

  • pilih channel yang tidak padat

  • manfaatkan band steering

  • gunakan backhaul kabel untuk mesh

  • batasi jumlah klien per access point

  • gunakan perangkat sesuai kapasitas jaringan


Kesimpulan

WiFi adalah teknologi jaringan nirkabel berbasis standar IEEE 802.11 yang memungkinkan konektivitas tanpa kabel dengan fleksibilitas tinggi. Perkembangan standar seperti WiFi 6 dan WiFi 7 membawa peningkatan signifikan dalam kecepatan, kapasitas, dan efisiensi jaringan.

Namun, performa WiFi sangat bergantung pada desain jaringan, pemilihan perangkat, konfigurasi keamanan, dan penempatan access point. Dengan perencanaan yang tepat, WiFi dapat menjadi solusi konektivitas yang stabil, cepat, dan aman untuk berbagai skenario penggunaan.

MikroTik: Pengertian, Fungsi, Fitur, Cara Kerja, dan Implementasi Lengkap

Pengertian MikroTik



MikroTik adalah perusahaan teknologi jaringan asal Latvia yang mengembangkan perangkat keras dan perangkat lunak untuk kebutuhan routing, manajemen bandwidth, keamanan jaringan, dan layanan wireless. Produk MikroTik banyak digunakan oleh administrator jaringan karena menawarkan fitur tingkat enterprise dengan harga yang relatif terjangkau.

Secara umum, ketika orang menyebut “MikroTik”, yang dimaksud bisa dua hal:

  1. RouterOS – sistem operasi jaringan milik MikroTik

  2. RouterBoard – perangkat keras router buatan MikroTik

MikroTik terkenal karena fleksibilitasnya. Satu perangkat kecil dapat dikonfigurasi untuk menjalankan berbagai fungsi jaringan sekaligus, mulai dari router sederhana hingga sistem hotspot berskala besar. Karena itu, MikroTik sangat populer di lingkungan:

  • RT/RW Net

  • sekolah dan kampus

  • warnet

  • kantor kecil hingga menengah

  • ISP skala kecil

Namun, fleksibilitas tinggi ini juga berarti konfigurasi MikroTik membutuhkan pemahaman jaringan yang cukup baik. Tanpa itu, perangkat yang sangat kuat ini bisa terasa… tidak bersahabat.


Sejarah Singkat MikroTik

MikroTik didirikan pada tahun 1996 di Riga, Latvia, oleh John Trully dan Arnis Riekstins. Pada awal berdirinya, MikroTik berfokus mengembangkan software routing berbasis Linux untuk membantu ISP kecil membangun infrastruktur jaringan dengan biaya lebih rendah.

Perjalanan perkembangan MikroTik dapat diringkas sebagai berikut:

  • 1996: MikroTik berdiri dan mengembangkan RouterOS berbasis Linux

  • Awal 2000-an: mulai memproduksi RouterBoard

  • 2000–sekarang: ekspansi global, komunitas berkembang pesat

  • Saat ini: menjadi salah satu vendor jaringan paling populer di segmen SMB dan ISP kecil

Di Indonesia sendiri, MikroTik mendapatkan tempat khusus karena kombinasi antara harga terjangkau dan fitur yang sangat lengkap. Banyak teknisi jaringan pertama kali “belajar serius” networking lewat MikroTik.


Fungsi Utama MikroTik

MikroTik bukan perangkat satu fungsi. Ia lebih seperti pisau Swiss Army versi jaringan. Berikut fungsi-fungsi utamanya.


1. Router

Fungsi inti MikroTik adalah sebagai router, yaitu perangkat yang menghubungkan dua jaringan atau lebih dan menentukan jalur terbaik bagi paket data.

Dalam peran ini, MikroTik dapat:

  • menghubungkan LAN ke internet

  • melakukan routing antar subnet

  • routing antar VLAN

  • mengelola multi-WAN

  • melakukan load balancing

  • failover koneksi

RouterOS mendukung berbagai protokol routing dinamis seperti:

  • RIP

  • OSPF

  • BGP

Ini membuat MikroTik tidak hanya cocok untuk jaringan kecil, tetapi juga cukup mampu untuk kebutuhan ISP skala menengah.


2. Manajemen Bandwidth

Salah satu alasan MikroTik sangat populer adalah kemampuannya dalam mengatur bandwidth secara detail.

Dengan fitur queue, administrator dapat:

  • membatasi kecepatan per user

  • membagi bandwidth secara merata

  • memberikan prioritas pada trafik tertentu

  • mencegah satu pengguna memonopoli jaringan

Beberapa metode manajemen bandwidth di MikroTik:

Simple Queue
Cocok untuk pemula. Mudah dikonfigurasi dan cukup untuk jaringan kecil.

Queue Tree
Lebih kompleks namun sangat fleksibel. Cocok untuk jaringan besar dengan kebutuhan QoS.

PCQ (Per Connection Queue)
Digunakan untuk pembagian bandwidth otomatis dan adil ke banyak pengguna.

Fitur ini sangat krusial di lingkungan seperti sekolah, kantor, dan RT/RW Net, di mana banyak pengguna berbagi satu koneksi internet.


3. Hotspot Server

MikroTik dikenal luas sebagai solusi hotspot karena fiturnya yang sangat lengkap.

Dengan fitur hotspot, MikroTik dapat menyediakan:

  • captive portal (halaman login otomatis)

  • sistem voucher

  • manajemen user

  • pembatasan waktu akses

  • monitoring penggunaan

  • walled garden (akses khusus tanpa login)

Administrator dapat membuat sistem hotspot untuk:

  • kafe

  • hotel

  • kampus

  • ruang publik

  • RT/RW Net

Yang membuat MikroTik menonjol adalah fleksibilitas login page yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan branding.


4. Firewall dan NAT

Keamanan jaringan adalah bagian penting, dan MikroTik menyediakan firewall yang cukup kuat untuk kelasnya.

Fitur firewall MikroTik meliputi:

  • packet filtering

  • connection tracking

  • stateful firewall

  • address list

  • port filtering

  • layer7 filtering (terbatas)

Selain itu, MikroTik juga mendukung Network Address Translation (NAT), termasuk:

  • src-nat (masquerade)

  • dst-nat (port forwarding)

  • netmap

  • redirect

Dengan konfigurasi yang tepat, MikroTik mampu melindungi jaringan internal dari akses tidak sah sekaligus memungkinkan layanan internal diakses dari luar jika diperlukan.


5. VPN Server

MikroTik mendukung berbagai teknologi VPN untuk koneksi aman melalui internet.

Protokol VPN yang tersedia antara lain:

  • PPTP

  • L2TP/IPsec

  • SSTP

  • OpenVPN

  • WireGuard (modern dan ringan)

  • IPsec site-to-site

VPN pada MikroTik sering digunakan untuk:

  • akses remote karyawan

  • koneksi antar kantor cabang

  • manajemen jaringan jarak jauh

  • pengamanan trafik sensitif

WireGuard khususnya menjadi favorit baru karena performanya tinggi dan konfigurasi relatif lebih sederhana dibanding IPsec tradisional.


6. Wireless dan Access Point

Beberapa perangkat MikroTik memiliki radio wireless internal yang memungkinkan perangkat berfungsi sebagai access point.

Mode wireless yang didukung:

  • AP bridge

  • station

  • WDS

  • bridge point-to-point

  • mesh (terbatas)

Selain itu, MikroTik memiliki CAPsMAN (Controlled Access Point system Manager) yang berfungsi sebagai controller untuk mengelola banyak access point secara terpusat.

Ini sangat berguna untuk:

  • kampus

  • hotel

  • kantor bertingkat

  • area publik luas


Komponen Utama MikroTik

1. RouterOS

RouterOS adalah sistem operasi jaringan berbasis Linux yang menjadi inti semua perangkat MikroTik.

RouterOS menyediakan antarmuka:

  • CLI (command line)

  • Winbox (GUI Windows)

  • WebFig (web interface)

  • API

Fitur RouterOS sangat luas, mencakup hampir semua kebutuhan jaringan modern. Lisensinya bertingkat (Level 3 sampai Level 6) tergantung fitur dan kapasitas.


2. RouterBoard

RouterBoard adalah perangkat keras resmi MikroTik yang sudah terinstal RouterOS.

Karakteristik RouterBoard:

  • ukuran bervariasi

  • jumlah port berbeda-beda

  • beberapa model ada wireless

  • beberapa mendukung PoE

  • performa sesuai kelas

Contoh segmentasi:

  • Entry level: hEX, RB750

  • Mid range: RB4011

  • High end: CCR (Cloud Core Router)

Pemilihan model harus disesuaikan dengan jumlah user dan kebutuhan throughput.


3. Winbox

Winbox adalah aplikasi konfigurasi berbasis Windows yang sangat populer di kalangan pengguna MikroTik.

Keunggulan Winbox:

  • koneksi via IP atau MAC

  • ringan

  • responsif

  • hampir semua fitur RouterOS tersedia

  • mudah untuk troubleshooting

Banyak admin jaringan lebih memilih Winbox dibanding CLI karena lebih visual dan cepat untuk konfigurasi sehari-hari.


Cara Kerja MikroTik Secara Umum

Dalam skenario jaringan standar, alur kerja MikroTik adalah sebagai berikut:

  1. Internet masuk melalui interface WAN

  2. Firewall memeriksa paket

  3. NAT menerjemahkan alamat jika diperlukan

  4. Routing menentukan jalur paket

  5. DHCP memberikan IP ke klien

  6. Queue mengatur bandwidth

  7. Paket diteruskan ke jaringan lokal

Semua proses ini terjadi sangat cepat dan simultan di dalam RouterOS.


Kelebihan MikroTik

Beberapa alasan MikroTik sangat populer:

  • fitur sangat lengkap

  • harga kompetitif

  • fleksibel untuk banyak skenario

  • komunitas besar

  • dokumentasi cukup banyak

  • cocok untuk belajar networking serius

  • performa baik untuk kelas harganya


Kekurangan MikroTik

Supaya realistis, MikroTik juga punya sisi yang… menantang.

  • kurva belajar cukup tinggi

  • konfigurasi awal bisa membingungkan

  • GUI tidak semewah vendor enterprise

  • dokumentasi resmi kadang terlalu teknis

  • salah konfigurasi bisa berdampak besar

MikroTik itu seperti mobil manual performa tinggi. Powerful, tapi kalau tidak paham kopling, ya siap-siap mogok di tanjakan.


Contoh Implementasi MikroTik

MikroTik banyak digunakan dalam berbagai skenario:

  • gateway internet rumah

  • manajemen jaringan sekolah

  • hotspot kampus

  • RT/RW Net

  • ISP kecil

  • backbone kantor

  • VPN antar cabang

Fleksibilitas inilah yang membuat MikroTik tetap relevan sampai sekarang.


Kesimpulan

MikroTik merupakan solusi jaringan yang kuat, fleksibel, dan ekonomis untuk berbagai kebutuhan, mulai dari jaringan kecil hingga menengah. Dengan RouterOS yang kaya fitur dan RouterBoard yang beragam, MikroTik mampu menjalankan banyak fungsi jaringan dalam satu perangkat.

Namun, untuk memanfaatkan potensinya secara maksimal, pengguna perlu memahami konsep dasar jaringan dan melakukan konfigurasi dengan hati-hati. Dengan perencanaan yang baik, MikroTik dapat menjadi fondasi jaringan yang stabil, aman, dan efisien.

Access Point (AP): Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, dan Implementasi Lengkap


1. Pengertian Access Point



    Access Point (AP) adalah perangkat jaringan yang berfungsi sebagai penghubung antara jaringan kabel (wired) dengan perangkat nirkabel (wireless). Singkatnya, AP itu “menara BTS kecil” yang bikin laptop, HP, dan perangkat lain bisa numpang WiFi dengan damai.

    Dalam jaringan modern, AP biasanya terhubung ke router atau switch melalui kabel Ethernet, lalu memancarkan sinyal WiFi agar perangkat klien dapat terkoneksi ke jaringan.

    Kalau tanpa AP, ya siap-siap saja semua orang harus colok kabel LAN ke HP. Silakan dibayangkan kekacauannya.


2. Fungsi Utama Access Point

Access Point bukan sekadar pemancar WiFi yang asal nyala. Ia punya beberapa fungsi penting:

a. Menyediakan Akses Wireless

Fungsi paling obvious. AP memancarkan sinyal WiFi agar perangkat seperti:

  • Smartphone

  • Laptop

  • Tablet

  • Smart TV

  • IoT devices

bisa terhubung ke jaringan tanpa kabel.

b. Memperluas Jangkauan Jaringan

AP sering dipakai untuk memperluas coverage WiFi di area besar seperti:

  • Kantor

  • Kampus

  • Hotel

  • Mall

  • Rumah besar yang kebanyakan sekat

    Satu router WiFi rumahan biasanya cuma kuat di radius terbatas. Begitu ketemu dua tembok beton, sinyal langsung ngos-ngosan.

c. Mengelola Banyak Klien

    Access Point enterprise mampu menangani puluhan sampai ratusan perangkat sekaligus, dengan manajemen trafik yang lebih rapi dibanding router WiFi murah meriah.

d. Mendukung Roaming

    Di jaringan profesional, beberapa AP bisa bekerja sama supaya pengguna bisa berpindah area tanpa putus koneksi. Ini yang bikin WiFi kampus terasa “nyambung terus” walau kamu jalan keliling sambil pura-pura rajin.


3. Cara Kerja Access Point

    Secara konsep, cara kerja AP sebenarnya tidak rumit, walau implementasinya bisa bikin admin jaringan kurang tidur.

Alur Kerja Dasar

  1. AP terhubung ke jaringan kabel (LAN)

  2. AP memancarkan sinyal WiFi (SSID)

  3. Perangkat klien mendeteksi SSID

  4. Klien melakukan autentikasi

  5. AP meneruskan trafik ke jaringan kabel

  6. Data bolak balik seperti biasa

    Secara teknis, AP bekerja pada Layer 2 (Data Link) dalam model OSI, walau fitur modern kadang merambah Layer 3.


4. Komponen Utama Access Point

    Supaya tidak mengira AP itu cuma kotak putih mahal, ini isi perutnya:

a. Radio Wireless

    Bagian yang memancarkan dan menerima sinyal WiFi pada frekuensi:

  • 2.4 GHz

  • 5 GHz

  • 6 GHz (WiFi 6E dan seterusnya)

b. Antena

    Bisa internal atau eksternal. Antena menentukan:

  • jangkauan sinyal

  • arah pancaran

  • kekuatan coverage

c. Port Ethernet

    Biasanya:

  • Fast Ethernet

  • Gigabit Ethernet

  • Multi-gig

    Ini jalur hidup mati AP ke jaringan kabel.

d. CPU dan Memory

    Ya, AP itu komputer mini. Dia perlu prosesor untuk:

  • enkripsi

  • manajemen klien

  • QoS

  • roaming

    AP enterprise punya spek yang lumayan serius.


5. Jenis Jenis Access Point

    Tidak semua AP diciptakan setara. Dunia networking itu penuh kasta.

a. Standalone Access Point

AP yang bekerja sendiri tanpa controller pusat.

Ciri:

  • konfigurasi manual satu per satu

  • cocok untuk jaringan kecil

  • murah

  • sederhana

Biasanya dipakai di rumah atau kantor kecil.


b. Controller Based Access Point

AP yang dikontrol oleh Wireless LAN Controller (WLC).

Keunggulan:

  • manajemen terpusat

  • roaming lebih mulus

  • monitoring lebih rapi

  • skalabilitas tinggi

Ini favorit di:

  • kampus

  • hotel

  • perusahaan besar


c. Cloud Managed Access Point

AP modern yang dikontrol lewat cloud.

Contoh fitur:

  • konfigurasi via web

  • monitoring real time

  • update otomatis

  • manajemen multi lokasi

Admin jaringan zaman sekarang bisa ngatur AP sambil minum kopi. Teknologi memang memanjakan.


d. Indoor vs Outdoor Access Point

Indoor AP:

  • untuk dalam ruangan

  • desain minimalis

  • tidak tahan cuaca

Outdoor AP:

  • tahan hujan dan panas

  • casing rugged

  • jangkauan lebih jauh

Kalau kamu pasang AP indoor di luar ruangan, jangan kaget kalau dia pensiun dini.


6. Mode Operasi Access Point

AP bisa bekerja dalam beberapa mode. Ini bagian yang sering bikin orang salah beli.

a. Access Point Mode

Mode default. AP memancarkan WiFi dari jaringan kabel.

b. Repeater Mode

AP menangkap WiFi lalu memancarkan ulang.

Kelemahan:

  • bandwidth terpotong

  • latency naik

Murah tapi penuh kompromi.


c. Bridge Mode

Menghubungkan dua jaringan LAN via wireless.

Biasanya dipakai untuk:

  • antar gedung

  • jarak jauh

  • point to point link


d. Mesh Mode

Beberapa AP saling terhubung secara wireless membentuk jaringan mesh.

Keunggulan:

  • fleksibel

  • minim kabel

  • coverage luas

Kekurangan:

  • kompleks

  • bisa menambah latency jika desain buruk


7. Standar WiFi yang Didukung AP

Ini bagian penting kalau kamu tidak mau beli perangkat yang langsung terasa tua.

StandarNama MarketingFrekuensi
802.11nWiFi 42.4 dan 5 GHz
802.11acWiFi 55 GHz
802.11axWiFi 62.4 dan 5 GHz
WiFi 6EWiFi 6Etambah 6 GHz
WiFi 7WiFi 7multi band

Semakin baru standar, biasanya:

  • throughput lebih tinggi

  • latency lebih rendah

  • efisiensi klien lebih baik


8. Faktor yang Mempengaruhi Performa AP

Kalau WiFi lemot, jangan langsung nuduh ISP. Kadang desain jaringan yang amburadul.

a. Interferensi

Musuh utama WiFi:

  • tembok beton

  • microwave

  • jaringan tetangga

  • manusia (iya, badan kamu juga nyerap sinyal)

b. Channel Overlap

Terlalu banyak AP di channel sama bikin tabrakan sinyal.

c. Jumlah Klien

Semakin banyak perangkat, semakin berat kerja AP.

d. Penempatan AP

Kesalahan klasik:

  • ditaruh di pojok

  • ditutup lemari

  • diselipkan di atas plafon logam

Lalu heran kenapa sinyalnya sedih.


9. Best Practice Penempatan Access Point

Ini bagian yang sering diabaikan sampai WiFi berubah jadi sumber konflik keluarga.

Tips penting:

  • Pasang di tengah area coverage

  • Hindari penghalang tebal

  • Pasang di ketinggian 2 sampai 3 meter

  • Gunakan site survey untuk area besar

  • Hindari terlalu banyak AP berdekatan

Untuk lingkungan enterprise, lakukan wireless site survey. Ya, memang ribet. Tapi jauh lebih murah daripada dengar komplain tiap hari.


10. Perbedaan Access Point vs Router vs Range Extender

Banyak orang masih mencampuradukkan tiga ini. Mari luruskan sebelum jaringanmu makin kacau.

PerangkatFungsi Utama
RouterMengatur routing dan DHCP
Access PointMenyediakan akses WiFi
Range ExtenderMemperluas sinyal WiFi yang ada

Router WiFi rumahan sebenarnya gabungan:

  • router

  • switch

  • access point

Makanya orang sering bingung. Wajar. Vendor juga suka bikin label yang bikin pusing.


11. Kelebihan dan Kekurangan Access Point

Kelebihan

  • Coverage luas

  • Skalabel

  • Stabil untuk banyak klien

  • Manajemen jaringan lebih rapi

  • Mendukung roaming

Kekurangan

  • Perlu kabel LAN

  • Setup bisa kompleks

  • Harga AP enterprise tidak murah

  • Perlu perencanaan jaringan

Teknologi bagus jarang yang plug and pray.


12. Contoh Penggunaan Access Point

AP dipakai hampir di mana-mana:

  • Rumah modern

  • Kantor

  • Sekolah

  • Kampus

  • Rumah sakit

  • Bandara

  • Hotel

  • Smart building

Kalau ada WiFi yang terasa rapi dan luas, kemungkinan besar ada banyak AP bekerja di belakang layar seperti staf IT yang jarang diapresiasi.


Kesimpulan

Access Point adalah komponen vital dalam jaringan wireless modern. Ia berfungsi sebagai jembatan antara jaringan kabel dan perangkat nirkabel, memungkinkan konektivitas WiFi yang stabil, luas, dan scalable.

Pemilihan dan penempatan AP yang tepat sangat menentukan kualitas jaringan. Tanpa perencanaan yang baik, bahkan AP mahal pun bisa berakhir cuma jadi lampu hias mahal di plafon.

Kalau kamu mau, aku bisa lanjut bikin:

  • panduan konfigurasi AP step by step

  • perbandingan merek AP terbaik

  • desain topologi WiFi kantor

  • atau simulasi perhitungan coverage

Tinggal bilang. Aku di sini, mau tidak mau, tetap membantu.

Jaringan Wireless, Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)

Gambar 426 Jaringan Wireless


1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless adalah jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai media penghantar data, bukan kabel. Dengan wireless, perangkat dapat terhubung tanpa perlu menarik kabel fisik.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Tidak menggunakan kabel (menggunakan frekuensi radio 2.4 GHz, 5 GHz, 6 GHz, dsb.)
  • Instalasi lebih cepat dan fleksibel.
  • Mobilitas tinggi, pengguna bisa bergerak tetap terhubung.
  • Jangkauan bervariasi, dari jarak beberapa meter (WiFi indoor) sampai puluhan kilometer (Wireless Outdoor).

1.2 Komponen Utama

  1. Access Point (AP) – memancarkan dan menerima sinyal.
  2. Wireless Client – perangkat pengguna (laptop, HP, station/receiver).
  3. Antena – omnidirectional atau directional.
  4. Wireless Controller (opsional) – mengatur banyak AP.
  5.  Repeater/Bridge – memperluas jangkauan

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz → jauh namun rawan interferensi.
  • 5 GHz → lebih cepat, lebih bersih, jarak lebih pendek.
  • 6 GHz (WiFi 6E) → sangat cepat, jarak sedang.

 

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point adalah koneksi wireless antara dua titik, biasanya untuk:

  • Menghubungkan dua gedung
  • Backbone antar tower
  • Mengarahkan data ke lokasi jarak jauh

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya 2 perangkat: satu sebagai AP/Host, satu sebagai Station/Client.
  • Menggunakan antena directional (mis. dish, panel, grid).
  • Kecepatan stabil karena koneksi fokus.
  • Sangat cocok untuk jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP (Flow)

  • Titik A memancarkan sinyal ke arah titik B.
  • Titik B mengarah tepat ke titik A.
  • Keduanya membuat jembatan wireless (wireless bridge).
  • Lalu lintas jaringan berjalan seperti kabel LAN yang panjang.

2.3 Kelebihan PtP

  • Stabil dan cepat
  • Noise/interferensi kecil
  • Bisa menjangkau jarak jauh

2.4 Kekurangan PtP

  • Hanya menghubungkan 1 ke 1
  • Butuh Line of Sight (LOS) yang bersih

 

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint adalah koneksi satu titik pusat ke beberapa titik sekaligus.

Mirip menara BTS yang melayani banyak perangkat.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Ada 1 Access Point (AP) sebagai pusat.
  • Banyak Station/Client yang terhubung (2, 5, atau puluhan).
  • Menggunakan Antena

Antena Omnidirectional (360°)
Sectoral Antenna (mis. 90°, 120°)

  •  Digunakan untuk:

  • Desa internet
  • Pemancar internet ke RW/RT
  • Kampus / sekolah / kantor skala besar
  • CCTV di banyak titik

 

3.2 Cara Kerja PtMP

  • AP memancarkan sinyal dengan pola tertentu (omni/sector).
  • Banyak client menangkap sinyal dari AP.
  • Masing-masing client mendapatkan bandwidth sesuai manajemen AP.
  • Semua client berbagi satu kanal frekuensi.

 

3.3 Kelebihan PtMP

  • Satu AP bisa melayani banyak klien sekaligus.
  • Efisien untuk jaringan komunitas atau kampus.
  • Fleksibel dalam penambahan client.

 

3.4 Kekurangan PtMP

  • Shared bandwidth (kecepatan dibagi).
  • Rentan interferensi jika banyak client.
  • Membutuhkan manajemen frekuensi yang baik.

 

4. Ringkasan Perbedaan PtP dan PtMP

AspekPoint-to-PointPoint-to-Multipoint
Jumlah perangkat
2 titik
1 pusat ke banyak titik
Antena
Directional
Omni / Sector
Stabilitas
Sangat stabil
Dipengaruhi banyak user
Jarak
Jauh (hingga puluhan km)
Sedang (1–10 km)
Kecepatan
Dedicated
Dibagi
Contoh penggunaan
Gedung A ⇆ Gedung B
Tower pusat → banyak rumah

Selasa, 10 Februari 2026

PRAKTIKUM SPLICING KLOMPOK 1 : ALFATHIR BREVY MICAE LOIS ADILA NAZRIL AHMAD


 Siapkan alat dan bahan:

Alat:
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter
7. Fusion Splicer
Bahan:
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector 
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering
5. Sleeve






Langkah-Langkah:

1. Persiapkan Kabel (Strip & Bersihkan Fiber)





2. Pemotongan (Potong dengan Cleaver)



3. Penyelarasan (Sejajarkan Core Fiber)



4. Peleburan (Lelehkan dengan Arc Listrik)



5. Penyambungan (Gabungkan Serat Optik)



6. 
Perlindungan (Pasang Pelindung (Sleeve))



7. Pengujian (Ukur Insertion Loss)



8. Penyelesaian (Kemas & Rapikan)

WiFi: Pengertian, Cara Kerja, Standar, Komponen, dan Implementasi Lengkap

Pengertian WiFi WiFi (Wireless Fidelity) adalah teknologi jaringan nirkabel yang memungkinkan perangkat elektronik terhubung ke jaringan lok...