Selasa, 28 April 2026

Mikrotik 1

 BAB 1 

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

    Perkembangan jaringan komputer saat ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses komunikasi dan pertukaran data melalui internet. Salah satu perangkat jaringan yang sering digunakan adalah MikroTik. MikroTik digunakan untuk mengatur lalu lintas jaringan, membagi koneksi internet, serta mengelola jaringan komputer dengan lebih mudah.

    Dalam praktikum ini dilakukan konfigurasi dasar MikroTik menggunakan aplikasi Winbox. Konfigurasi meliputi reset konfigurasi, pengaturan IP Address, DHCP Client, DHCP Server, serta NAT agar jaringan dapat terhubung ke internet. Aktivitas manusia modern benar-benar menarik. Koneksi internet hilang lima menit saja sudah seperti memasuki zaman batu digital.

1.2 PENGERTIAN MIKROTIK

    MikroTik adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang digunakan untuk menjadikan komputer atau perangkat menjadi router jaringan. MikroTik memiliki berbagai fitur seperti pengaturan IP Address, DHCP Server, Firewall, NAT, Hotspot, dan manajemen bandwidth.

MikroTik biasanya dikonfigurasi menggunakan aplikasi bernama Winbox yang memiliki tampilan grafis sehingga lebih mudah digunakan.

1.3 FUNGSI MIKROTIK

    Berikut beberapa fungsi MikroTik:

  • Mengatur lalu lintas jaringan
  • Membagi koneksi internet
  • Menjadi DHCP Server
  • Menjadi Firewall jaringan
  • Menghubungkan beberapa jaringan
  • Mengatur keamanan jaringan
  • Mengelola bandwidth internet

1.4 TUJUAN PRAKTIKUM

    Tujuan dari praktikum ini adalah:

  1. Memahami fungsi dasar MikroTik.
  2. Mempelajari konfigurasi jaringan menggunakan Winbox.
  3. Mengatur DHCP Client dan DHCP Server.
  4. Mengkonfigurasi NAT pada MikroTik.
  5. Menghubungkan jaringan lokal ke internet.

BAB 2

ALAT DAN BAHAN

2.1 Alat dan Bahan

  • Laptop/PC
  • MikroTik Router
  • Kabel LAN
  • Aplikasi Winbox
  • Koneksi internet
  • BAB 3

    LANGKAH LANGKAH PRAKTIKUM

    3.1 Reset Konfigurasi Mikrotik


        Langkah pertama adalah melakukan reset konfigurasi MikroTik agar pengaturan kembali ke kondisi     awal, dengan cara System->Reset Configuration.

    Pada praktikum ini dipilih opsi No Default Configuration agar konfigurasi dilakukan secara manual.

    Penjelasan:

    • No Default Configuration berfungsi menghapus konfigurasi bawaan MikroTik.
    • Setelah reset dilakukan, koneksi Winbox sempat terputus karena perangkat melakukan restart.

    3.2 Konfigurasi DHCP Client

        

        Setelah reset selesai, dilakukan konfigurasi DHCP Client pada interface ether1.

        DHCP Client digunakan agar MikroTik memperoleh IP Address otomatis dari sumber internet atau     router utama.

        Hasil konfigurasi:

      • Interface: ether1
      • IP Address yang diperoleh: 192.168.103.109/24
      • Status: bound

    Penjelasan:
    Status bound menandakan MikroTik berhasil mendapatkan IP Address dari jaringan internet.


    3.3 Konfigurasi IP Address


            Selanjutnya dilakukan pemberian IP Address pada interface ether2.

        Konfigurasi:

      • IP Address: 192.168.4.1/24
      • Interface: ether2

        Penjelasan:
            IP Address ini digunakan sebagai gateway jaringan lokal/client.

        Dari hasil konfigurasi terlihat:

    • ether1 digunakan sebagai jalur internet
    • ether2 digunakan sebagai jaringan lokal

    3.4 Konfigurasi DHCP Server


        Setelah IP Address diberikan pada ether2, dilakukan konfigurasi DHCP Server.

        Langkah:

      1. Membuka menu IP → DHCP Server
      2. Memilih DHCP Setup
      3. Memilih interface ether2
      4. Melanjutkan konfigurasi hingga selesai

        Penjelasan:
            DHCP Server berfungsi memberikan IP Address otomatis kepada client yang terhubung ke jaringan     MikroTik.

        Dengan DHCP Server, pengguna tidak perlu mengatur IP Address secara manual pada setiap perangkat. Karena manusia memang sangat suka membuat hidup lebih rumit sebelum akhirnya menemukan fitur otomatis.

    3.5 Konfigurasi NAT


        Langkah berikutnya adalah membuat konfigurasi NAT agar jaringan lokal dapat terhubung ke internet.

        Konfigurasi:

    • Chain: srcnat
    • Out Interface: ether2
    • Action: masquerade

        Penjelasan:

    • srcnat digunakan untuk menerjemahkan alamat jaringan lokal.
    • Masquerade berfungsi membagikan koneksi internet ke jaringan client.

        Dengan konfigurasi ini, perangkat client dapat mengakses internet melalui MikroTik.

    3.6 Bukti Mikrotik Berhasil


        

    BAB 4

    HASIL PRAKTIKUM

        Hasil dari praktikum ini adalah:

    1. MikroTik berhasil di-reset dan dikonfigurasi ulang.
    2. MikroTik berhasil memperoleh IP otomatis dari DHCP Client.
    3. Interface ether2 berhasil diberikan IP Address.
    4. DHCP Server berhasil dijalankan pada ether2.
    5. NAT berhasil dikonfigurasi menggunakan masquerade.
    6. Jaringan lokal berhasil terhubung ke internet.

    BAB 5

    KESIMPULAN

            Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa MikroTik dapat digunakan untuk mengatur jaringan komputer dengan mudah melalui aplikasi Winbox. Dalam praktikum ini berhasil dilakukan konfigurasi dasar seperti DHCP Client, IP Address, DHCP Server, dan NAT.

        Konfigurasi tersebut memungkinkan MikroTik menjadi penghubung antara jaringan lokal dan internet sehingga client dapat memperoleh akses internet secara otomatis.

        Praktikum ini juga menambah pemahaman mengenai dasar administrasi jaringan menggunakan MikroTik.

    BAB 6

    SARAN

        Dalam melakukan konfigurasi MikroTik diperlukan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan pengaturan jaringan. Selain itu, pemahaman mengenai fungsi setiap menu pada Winbox sangat penting agar proses konfigurasi berjalan dengan baik dan koneksi jaringan tetap stabil. Karena satu centang kecil yang salah bisa membuat satu lab panik massal sambil berkata, “Pak internetnya hilang.”




    SUMBER:

    LANGKAH-LANGKAH: https://vt.tiktok.com/ZS9DAVtV4/

    MATERI DAN PENJELASAN: chatgpt.com



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Mikrotik 1

     BAB 1  PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG     Perkembangan jaringan komputer saat ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dala...